Itinerary Nepal 7 hari paling nyaman untuk kunjungan pertama adalah membagi waktu antara Kathmandu dan Pokhara, bukan memaksakan banyak kota dalam satu pekan. Rute ini memberi ruang untuk melihat situs budaya di Lembah Kathmandu, menikmati danau dan panorama Himalaya di Pokhara, serta menyediakan waktu kembali ke Kathmandu sebelum penerbangan internasional.
Itinerary Nepal 7 Hari: Rute Kathmandu–Pokhara
Rencana ini mengasumsikan Anda tiba dan pulang melalui Tribhuvan International Airport (KTM). Sisihkan enam malam: tiga malam pertama di Kathmandu, dua malam di Pokhara, lalu satu malam terakhir kembali di Kathmandu. Dengan susunan itu, keterlambatan penerbangan domestik tidak langsung mengancam jadwal pulang.
Hari 1: tiba di Kathmandu, check-in di sekitar Thamel, lalu istirahat.
Hari 2: jelajahi pusat bersejarah Kathmandu dan satu atau dua situs utama.
Hari 3: kunjungi Boudhanath, Pashupatinath, atau Patan sesuai minat.
Hari 4: terbang ke Pokhara dan bersantai di area Lakeside.
Hari 5: pilih Sarangkot, naik perahu di Danau Phewa, atau berjalan ke Peace Pagoda.
Hari 6: nikmati pagi tambahan di Pokhara, lalu terbang kembali ke Kathmandu.
Hari 7: berangkat dari Kathmandu. Jika jadwal internasional sangat pagi, malam terakhir dekat bandara dapat memudahkan perjalanan.
Kalau tiket internasional pulang jatuh pada pagi hari keenam, ubah rencana menjadi pulang dari Pokhara lebih awal atau tambahkan satu malam. Jangan mengandalkan sambungan domestik dan internasional yang berdekatan.
Hari 1–3: Situs Budaya di Kathmandu
Hari pertama sebaiknya ringan. Lalu lintas setelah tiba, antrean imigrasi, dan urusan hotel dapat menghabiskan waktu, jadi gunakan sore untuk makan dan mengenali lingkungan Thamel. Jika ingin mengatur konektivitas sebelum berkeliling, simak juga panduan menghitung kebutuhan kuota internet saat traveling; pastikan paket yang dipilih memang mencakup Nepal.
Pada hari kedua, fokuslah pada Kathmandu Durbar Square dan Swayambhunath, dengan waktu santai untuk berjalan di kawasan kota lama. UNESCO mencatat Lembah Kathmandu sebagai satu situs Warisan Dunia yang terdiri dari tujuh kelompok monumen, termasuk Durbar Square Kathmandu, Patan dan Bhaktapur, stupa Swayambhu serta Boudhanath, dan kompleks Pashupati serta Changu Narayan. Karena lokasi-lokasi itu tersebar, jangan mengejar semuanya dalam sehari. Tiket masuk untuk pengunjung asing berlaku di sejumlah situs dan dapat berbeda; cek daftar biaya situs warisan Nepal sebelum berangkat.
Hari ketiga, pilih dua kawasan yang paling menarik. Boudhanath dan Pashupatinath bisa menjadi rute budaya-agama, sedangkan Patan memberi suasana kota tua dan museum. Gunakan taksi atau kendaraan dengan pengemudi untuk berpindah antarkawasan; bus lokal lebih hemat, tetapi mungkin kurang praktis jika waktu terbatas. Hindari menyusun banyak kunjungan bertiket tanpa jeda.
Hari 4–5: Pokhara, Danau Phewa, dan Pegunungan
Pilih penerbangan Kathmandu–Pokhara untuk menghemat waktu: Buddha Air menyebut durasi terbang sekitar 25 menit. Durasi itu hanya waktu di udara, belum termasuk perjalanan ke bandara, pemeriksaan, dan pengambilan bagasi. Cek jadwal serta status penerbangan langsung ke maskapai; jangan menetapkan aktivitas penting sesaat setelah mendarat. Nepal Tourism Board juga mencantumkan bus wisata sebagai pilihan ke Pokhara, tetapi perjalanan darat dapat memakan sebagian besar hari, sehingga kurang cocok bila jadwal Anda ketat.
Setelah tiba, berjalanlah di Lakeside atau menikmati Danau Phewa dengan tempo santai. Pagi berikutnya, berangkat ke Sarangkot untuk melihat matahari terbit jika cuaca cerah. Pemandangan gunung tidak dijamin karena awan dan kondisi cuaca dapat berubah. Siang hari bisa diisi perahu di danau atau kunjungan ke World Peace Pagoda; bila memilih aktivitas petualangan, gunakan operator yang jelas dan ikuti instruksi keselamatan. Pokhara merupakan gerbang menuju kawasan Annapurna, tetapi rute tujuh hari ini tidak memasukkan trekking beberapa hari yang memerlukan persiapan dan izin tersendiri.
Hari keenam, nikmati sarapan dan satu kegiatan singkat sebelum kembali ke Kathmandu. Sisakan kelonggaran waktu di bandara dan rencanakan malam terakhir dekat pusat kota atau bandara sesuai jam keberangkatan esoknya. Untuk penerbangan, periksa juga aturan membawa power bank di kabin.
Visa Nepal untuk WNI dan Waktu Terbaik Berangkat
Pemegang paspor Indonesia dapat mengurus visa turis saat tiba selama memenuhi ketentuan dan kelayakan yang berlaku. Departemen Imigrasi Nepal mencantumkan tarif visa kedatangan USD 30 untuk 15 hari, USD 50 untuk 30 hari, dan USD 125 untuk 90 hari. Paspor harus berlaku setidaknya enam bulan. Formulir turis daring dapat diisi sebelum perjalanan; tanda terima berkode batangnya berlaku 15 hari. Bawa salinan cetak dan siapkan uang tunai sebagai cadangan karena otoritas menyarankan pelancong membawa uang tunai. Periksa ulang persyaratan di situs resmi Departemen Imigrasi Nepal sebelum membeli tiket.
Untuk cuaca dan jarak pandang yang lebih mendukung, Nepal Tourism Board menyebut musim semi dan gugur sebagai waktu yang populer; langit cenderung paling cerah setelah monsun pada Oktober–November. Nepal tetap dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi hujan monsun dapat mengubah rencana aktivitas dan keterlihatan pegunungan. Lihat informasi iklim resmi Nepal dan cek prakiraan menjelang berangkat. Bawa lapisan pakaian hangat untuk pagi di Pokhara, alas kaki nyaman, serta salinan paspor dan dokumen perjalanan.
Kesimpulannya, itinerary Nepal 7 hari akan terasa lebih seimbang jika berfokus pada dua basis saja: Kathmandu untuk budaya dan Pokhara untuk danau serta lanskap. Pesan penerbangan domestik dengan jeda yang aman, cek visa langsung ke imigrasi Nepal, dan sisakan waktu cadangan agar perjalanan pulang tidak bergantung pada satu sambungan.